Post Details

research
  • 05 Apr 2021

LELAKI PENGHIBUR (5)

Ustadz Bendri Jaisyurrahman

Manusia adalah makhluk bermain. Pernyataan ini dipopulerkan oleh Johan Huizinga, ia menyebutnya dengan istilah HOMO LUDEN. Mungkin kita tidak sepenuhnya sepakat dengan pernyataan ini. Kesannya manusia itu tidak ada aktivitas lain, kecuali untuk bermain aja di dunia. Yah... Yang bener aja, masak hidup Cuma main-main doang. Udah gitu berharap pas mati masuk surga. Emang situ punya orang dalem? 

Mungkin istilah lebih tepatnya seharusnya manusia itu makhluk yang senang bermain. Dengan kata lain, bermain menjadi salah satu kebutuhan hidup manusia di antara kebutuhan yang lainnya. Dan yang namanya kebutuhan tentu ada kadarnya masing-masing. Jika kurang menjadi resah dan gelisah, tapi jika berlebihan juga akan menimbulkan masalah.

Yang jelas, kita tidak memungkiri bahwa manusia memang senang bermain. Karena dengan bermain, hidup lebih dinamis dan tidak monoton, apalagi bagi anak-anak. Dunia anak-anak tidak lepas dari permainan. Makanya banyak dari mereka disekolahkan di Play Group alias Grup Bermain. 

Hak anak untuk bermain, mau tidak mau harus dipenuhi. Jika ditolak, ia akan mencari celah jalan keluar sendiri. Sebagaimana akar pohon yang selalu mencari celah untuk terus bertumbuh, jika tidak difasilitasi maka ia akan justru merusak. Ketika anak bermain di rumah dilarang, maka dia akan mencari-cari kesempatan diluar rumah untuk dipuaskan dirinya untuk bermain. 

Disinilah bahayanya, terutama kita tidak tahu permainan apa yang dilakukan anak bersama teman-temannya diluar sana. Kalau Cuma main layangan, lari-larian, masak-masakan, ini ga masalah. Tapi yang repot kalau anak kita sudah mulai main pacar-pacaran, lalu kawin-kawinan, meniru adegan yang pernah dia lihat di TV. Karena sudah ada beberapa kasus anak-anak belum cukup umur yang ternyata sudah berani melampiaskan rasa penasaran seksnya ke lawan jenisnya.

Maka itu, ayah selaku fatherman harus mulai memakai topi peran EntertainMAN, menjadi lelaki penghibur. Bagaimana caranya? 

 

Insya Allah kita sambung lagi di tulisan FATHERMAN pekan depan.